Cari Blog Ini

Minggu, 25 Juli 2010

Harapan Besar Orang Tua, Akankah Kita Sia-siakan ?

Begitu besar harapan mereka, begitu kuat keinginan mereka, mereka manaruh harapan besar kepada anak-anak mereka, sekiranya masa depan anak-anak mereka lebih baik dari kondisi mereka saat ini. Mereka begitu semangat, semangatnya begitu menggelora, semangat itu terimplemetasi dalam karya-karya juang mereka. Mereka mendedikasikan seluruh kehidupan mereka untuk bekerja, membesarkan, serta mendidik anak-anak mereka agar menjadi baik. Untuk merealisasikan cita-cita besar itu, mereka berkarja tak mengenal kata lelah, mereka bekerja bersimbah keringat, mereka bekerja membanting tulang, agar kelak anak-anak mereka, sedikit tidaknya, harus lebih baik dari kehidupan mereka saat ini.

Dalam keheningan malam, mereka terlarut dalam sujud panjangnya, seraya terus berdo’a untuk anak-anak mereka, untuk kesehatan anak-anak mereka, yang tengah merantau di negeri orang untuk mencari secuil ilmu. Mereka rela bekerja apa saja, yang mungkin barangkali bagi kebanyakan orang pekerjaan yang mereka lakoni adalah pekerjaan yang rendah, dan bahkan mungkin hina. Namun hati mereka begitu teguh, seteguh keyakinan mereka akan kebesaran dan pertolongan Allah. Selama pekerjaan itu masih dalam koridor syariat, mereka akan tetap lakukan, meskipun taruhannya perasaan mereka yang terus di cibir oleh orang-orang disekitar mereka. mereka menelan pil pahit cobaan itu, hanya untuk membahagiakan anak-anak mereka, yang tengah berjuang dan bergulat, dengan pengetahuan di negeri rantauan.

Senyum mereka begitu tulus, setulus harapan mereka yang lahir dari hati dan jiwa yang bening. Mereka hanya tamat SMA, SLTP atau mungkin mereka, hanya mengenyam pendidikan setingkat SD atau bahkan putus SD. Namun semangatnya begitu kuat, untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga ke pendidikan yang lebih tinggi. Mereka tidak ingin anak-anaknya, hanya mendapatkan pendidikan hingga SMA. Mereka yakin dan sadar bahwa, warisan pendidikan jauh lebih berharga ketimbang harta.
Kami yakin dengan penuh kesdaran yang sungguh, kami tidak akan mampu membalas jasa baik mereka.

Mereka telah mengorbankan segala yang mereka miliki, untuk anak-anaknya. Mereka tidak menuntut banyak, jika kelak anak-anaknya sukses. Mereka malah berbangga manakala anak-anaknya, lebih baik dari kehidupan meraka. Ya Allah, begitu besar pengorbanan kedua orang tua kami, begitu besar perjuangan mereka. Mereka telah bersusuh payah, mendidik dan membesarkan kami, membiayai pendidikan kami. Ya Allah, kepadamu kami bersimpuh dan berharap, sekiranya Engkau memafkan kesalahan-kesalahan mereka, mengampuni segala dosa-dosa mereka, serta tempatkan mereka di surgu-Mu. Amin

Tidak ada komentar: