Cari Blog Ini

Senin, 17 Mei 2010

Visi dan Misi Paket DAMAI (Drs. Antony Bagul Dagur, M.Si dan H. Abdul Asis, S.Sos) Calon Bupati dan Wakil Baupati Manggarai Barat Periode 2010 - 2015

URAIAN MATERI POKOK DALAM SISTIMATIKA
PEMBAHASAN

I. KONDISI GLOBAL
A. Arus global 3 T ( Transportasi, Telekomunikasi, Tourism/ Turis manca negara ), yang berdampak mengubah pola konsumsi maupun produksi serta mempengaruhi arah dan prioritas pembangunan.
B. Arus nilai – nilai universal antara lain Good Governance (Partisipatif, Penegakan hukum, Keterbukaan, Responsif, Kesetaraan, Efisiensi dan Efektifitas, Akuntabilitas).
C. Profesionalisme :
1. Standar kompetensi ( berpengetahuan luas, dalam dan trampil ).
2. Memiliki standardisasi kualifikasi.
3. Memiliki kecakapan diagnostik yang tinggi dan kecakapan terapi yang teruji.
4. Memiliki kode etik.
5. Pengabdian yang tinggi
D. Tuntutan pasar global ( ada 4 ).
E. Tuntutan H.A.M dan Demokrasi

II. KEADAAN SEKARANG DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
A. Profil Pariwisata
1. Obyeknya :
a. Taman Nasional Komodo
b. Wisata Bahari
c. Wisata Alam – Daratan 
1) Hutan dan Satwa alamnya di hutan mbeliling
2) Danau Sano Nggoang
d. Wisata Sungai, Air terjun ( Cunca Rami, Cunca Wulang ), Mberenang / Tanjung Repi,dll.
e. Istana ular di daerah Weto Kecamatan Welak.
f. Menyusuri gua – gua alam seperti Gua Batu Cermin, Liang Rodak,dll.
g. Wisata Budaya.
Semuanya belum difasilitasi dan ditangani secara profesional.

2. Kondisi lingkungan hidup
a. Lingkungan alam : masih terjadi
1) Penebangan liar
2) Penambangan liar
3) Pembakaran areal hutan dan padang
4) Perambahan hutan lindung, hutan bakau.
5) Pengrusakan ekosistem pesisir laut, perburuan liar dan pengrusakan aneka ragam hayati.
b. Lingkungan pemukiman
1) Pada ibu kota kabupaten ( Labuan Bajo ) dan pada ibu kota Kecamatan ( I.K.K ) masih terjadi :
a) Pembuangan sampah secara liar
b) Pembangunan drainase belum merata
c) Masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, ketertiban dan keindahan.
d) Belum optimalnya pelaksanaan pengaturan tata ruang.
2) Di desa :
a) Belum meratanya pelayanan air bersih.
b) Lingkungan pemukiman yangkurang layak.

B. Profil Prasarana
1. Transportasi :
a. Transportasi darat :
a) Isolasi belum semua dibuka
b) Peningkatan pembangunan jalan belum merata, baik jalan negara lintas utara, lintas selatan, maupun jalan propinsi, jalan kabupaten.
b. Transportasi laut
a) Belum difasilitasi secara optimal dan pelayanan belum merata terhadap dermaga yang ada.
b) Masih dibutuhkan dibangun dermaga lainnya.
c. Transportasi udara
a) Bandara komodo hanya bisa dilandasi pesawat jenis foker 25/50 dan ATR 24.
b) Ketersediaan fasilitas dan pelayanan masih sangat terbatas / kurang, sedangkan jumlah angkutan penumpang makin meningkat setiap tahun.
c) Masih dibutuhkan panambahan landasan pacu atau dicari alternatif lain demi perkembangan ke depan yang pasti makin meningkat ( misalnya pembangunan lapangan terbang internasional di Wol atau Golo Jong ).
2. Telekomunikasi
a. Pelayanan telepon kabel masih sangat minim, terutama di ibukota kabupaten dan ibukota kecamatan.
b. Fasilitas pemancar / penerima untuk telkomsel dll masih sangat terbatas.
3. Pelayanan listrik
a. Masih sangat terbatas untuk ibukota kabupaten dan kecamatan
b. Pelayanan listrik pedesaan sudah merupakan kebutuhan mutlak, tetapi nyatanya masih sangat terbatas.
4. Pelayanan Air Bersih
Belum merata untuk semua desa / kampung.
5. Irigasi dan Drainase
a. Kebutuhan irigasi areal persawahan masih sangat di butuhkan ( belum merata ).
b. Diperlukan rehab bendungan, saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier.
c. Pemanfaatan / manajemen penggunaan air irigasi masih harus dibina / dilatih, sehingga Perkumpulan Petani Pengelola Air ( P3 A ) dapat meningkatkan kinerja pelayanan dan terkoordinasi dengan bidang pengairan.
d. Drainase di Labuan Bajo belum tuntas dibangun dan belum merata ; demikianpun drainase disetiap kota kecamatan.
e. Belum ditata secara baik penanganan Wae Kemiri yang melintasi kota / pemukiman penduduk dan perkantoran, baik perkantoran pemerintah maupun swasta.
6. Air limbah dan sanitasi
a. Penyediaan sarana/ prasarana air limbah dan sanitasi belum tuntas dan seimbang untuk menunjang kebersihan, keindahan dan kesehatan di Labuab Bajo dan di setiap kota kecamatan.
b. Penyediaan sarana/ prasarana air limbah dan sanitasi di pedesaan belum diperhatikan secara serius untuk kesehatan pemukiman penduduk.
c. Belum meluas pelaksanaan program penyehatan lingkungan pemukiman.
d. Penangan air limbah setempat maupun pengelolahan air limbah terpusat belum optimal, terutama prioritas daerah – daerah pemukiman yang rawan air, epidemis penyakit, kawasan kumuh, daerah wisata; sedangkan kegiatan pengelolahan air limbah terpusat khusus untuk daerah pemukiman yang luas dan cepat berkembang.

C. Profil Sosial Budaya :
1. Pendidikan
a. Fasilitas masih sangat terbatas untuk setiap jenjang pendidikan formal.
b. Perhatian pada jalur pendidikan non formal dan jalur informal masih relatif rendah.
c. Kesadaran penduduk tentang betapa pentingnya pendidikan formal dan pendidikan non formal masih sangat rendah, terbukti masih rendahnya angka partisipasi dan angka transisi serta masih tingginya jumlah yang putus sekolah wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.
2. Kesehatan
a. Fasilitas kesehatan dan dokter serta tenaga medis masih sangat terbatas.
b. Kemiskinan juga dipicu oleh kesehatan yang rendah.
3. Budaya
a. Ada cukup banyak variabilitas krisis identitas budaya yang memproses kemiskinan ( ada kemiskinan yang timbul karena salah menerapkan tradisi ) a.l :
1) Kurang menghargai waktu ( disiplin diri relatif rendah ); banyak waktu terbuang karena proses adat yang berbelit – belit.
2) Beranak banyak tak ditunjang kemampuan ekonomi.
3) Budaya merokok, perjudian, minum miras.
4) Pesta biaya tinggi tak mengukur kemampuan.
5) Budaya kerja alamiah ( tidak ilmiah dengan menggunakan teknologi tepat guna )
b. Tekanan frustasi karena telah dan terus terjadi transformasi budaya ( ketakberdayaan manghadapi transformasi budaya ).

D. Profil Kamtibmas dan Keadilan
1. Masih relatif tingginya kerawanan sosial yang dipicu oleh mabuk – mabukan, pencurian, kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) kepadatan agraris, pengangguran dll.
2. Masih terjadi diskriminasi dalam pelayanan pembangunan.
3. Biaya perkara relatif tinggi sehingga mendatangkan kemiskinan.


III. PERMASALAHAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
A. Kearah mana 5 – 10 tahun mendatang? Visi.
Visi : Terwujudnya masyarakat Manggarai Barat yang sejahtera, berdaya saing, mandiri, berbudi luhur, demokratis dan berwawasan lingkungan.


B. Apa yang akan kita lakukan? Misi.
Misi : 1. Menerapkan sistem manajemen pemerintah daerah sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku yang didukung tipe kepemimpinan dialogis, partisipatif, dan transpormatif.
2. Meningkatkan sistem pelayanan dasar dalam indeks mutu hidup (pendidikan, kesehatan, ekonomi) yang ditunjang lingkungan hidup sebagai bentuk / wujud keberpihakan pada rakyat ( pro rakyat ).
3. Meningkatkan partisipasi rakyat pada ruang publik dalam rangka mewujudkan peningkatan indeks demokrasi.
4. Mengembangkan sumber daya lokal dan S.D.M untuk peningkatan ekonomi rakyat melalui penyediaan modal, sarana – prasarana yang memadai dan berdaya saing serta mandiri.
5. Menata dan mengoptimalkan pelestarian lingkungan hidup dengan melibatkan para pihak / rakyat.
6. Melestarikan dan mengembangkan budaya lokal sebagai aset ekonomi produktif untuk menunjang pariwisata, serta meningkatkan potensi nyata masyarakat yaitu kultur perekonomian yang berbasis pertanian ( agraris ) dan nelayan.
7. Mengarahkan pembangunan bidang pertanian melalui :
a. Peningkatan ketahanan pangan dan gizi.
b. Peningkatan daya saing melalui mutu proses dan mutu hasil.
c. Penanggulangan kemiskinan melalui penerapan teknologi.
d. Perluasan kesempatan kerja.
8. Mengembangkan pariwisata melalui pendayagunaan potensi wisata, baik yang lama maupun yang baru a.l penataan pulau Bajo sebagai tempat wisata yang modern dan profesional ; juga penataan kota Labuan Bajo dan pulau – pulau sekitar pulau Bajo sebagai aset wisata yang profesional.
9. Mengembangkan aneka industri, baik berskala kecil maupun menengah serta meningkatkan sektor perdagangan, koperasi dan sektor – sektor lainnya yang potensial.
10. Mengembangkan olah raga prestasi melalui penyediaan fasilitas olah raga yang memadai serta manajemen yang profesional.

C. Apakah Tujuannya?
1. Terciptanya profesionalisme aparatur pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang berkualitas melalui kepemimpinan yang dialogis, partisipatif dan transpormatif.
2. Meningkatnya kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan dasar dalam indeks mutu hidup (pendidikan, kesehatan, Ekonomi) yang pro rakyat dan ditunjang oleh perbaikan pelestarian lingkungan hidup.
3. Meningkatnya partisipasi rakyat pada ruang publik.
4. Berkembangnya sumber daya lokal dan S.D.M dalam bidang ekonomi dan sumber daya manusia melalui penyediaan modal, sarana – prasarana yang memadai sehingga memiliki daya saing dan mandiri.
5. Tertatanya pelestarian lingkungan hidup melalui partisipasi aktif masyarakat / para pihak.
6. Terlestarinya budaya lokal sebagai aset ekonomi produktif dalam menunjang pariwisata dan meningkatnya kualitas kultur perekonomian yang berbasis pertanian ( agraris ) dan nelayan.
7. Terarahnya pembangunan bidang pertanian melalui peningkataan ketahanan pangan dan gizi, peningkatan daya saing melalui mutu proses dan mutu hasil,


tertanggulanginya kemiskinan melalui penerapan teknologi dan meluasnya kesempatan kerja.
8. Berkembangnya pariwisata melalui pendayagunaan potensi wisata, baik yang lama maupun yang baru seperti penataan Pulau Bajo dan pulau sekitarnya sebagai satu kesatuan wisata dengan kota Labuan Bajo.
9. Berkembangnya aneka industri, perdagangan, koperasi dan sektor lainnya yang berdampak pada peningkatan pendapatan.
10. Berkembangnya olah raga prestasi melalui penyediaan fasilitas yang memadai dan pembinaan yang profesional dan berdampak munculnya olahragawan / olahragawati yang berprestasi lokal / regional / Nasional maupun Internasional.

Tidak ada komentar: