Dalam sebuah pidatonya yang cukup fenomenal dan direkam oleh tinta sejarah perjuangan bangsa Indonesia Bung Karno sang Tokoh Proklamator RI pernah mengatakan “ Bawakan saya sepuluh orang pemuda niscaya saya akan mampu menggoncangkan dunia “
Munculnya harapan terkait tokoh muda untuk memegang tongkat kepemimpinan tidak terlepas dari adanya isu pembahuruan. Sepertinya masyarakat sudah jenuh dengan figure lama (status quo). Mereka merasa pergantian pemimpin dari tahun ke tahun sudah jumud dan membosankan, mereka butuh penyegaran. Kejenuhan ini memutar orentasi kepercayaan mereka untuk mencoba mencari pemimpin alternative. Disaat yang tepat munculah tokoh muda yang enerjik yang akhirnya menjadi tempat berlabuh harapan dan mimpi besar akan perubahan. Pemimpin muda yang enerjik tidak akan pernah muncul tanpa adanya ruang dan kesempatan yang panjang yang diberikan kepada tokoh muda.
Banyak wacana yang mempertanyakan kepemimpinan generasi muda terkait kemampuan mereka. Argumentasi yang sering dipakai adalah kalau figur lama saja belum mampu menyelesaikan masalah yang pelik apalagi mereka yang masih miskin pengalaman dan baru saja menjadi pemimpin. Namun demikian tidaklah arif, sekiranya wacana itu justru berputar lebih kencang, dari pada pemberian kesempatan dan dukungan pada generasi muda itu sendiri untuk membangun dan memimpin. Pemberian kesempatan adalah solusi yang tepat dan patut dilakukan sebagai upaya bersama membangun motivasi tokoh muda, untuk berkarya dari pada debat kusir masalah kemampuan yang tak lebih justru malah menjatuhkan mental dan menteror generasi muda secara psikologis.
Kesadaran akan perlunya daerah dan bangsa ini mulai percaya dan memberi kesempatan tokoh muda untuk memimpin harus mulai dibangun. Pemuda harus diberikan kesempatan dalam merealisasikan idealismenya terhadap perbaikan lingkungan strategis yang melingkupinya. Dan disinilah peran nyata tokoh muda sebagai agen perubahan social. Selama yang ini terjadi adalah munculnya psimisme pada tataran elit lama akan kemampuan kepemimipinan muda. Jadi, persoalanya bukan pada masalah kemampuan dan keunggulan dari tokoh muda untuk memimpin. Namun, lebih dari pada tidak diberikannya pilihan yang luas kepada public secara konsisten untuk memilih tokoh muda sebagai pemimpin. Untuk menjawab teka-teki dari generasi status quo, pemuda harus mampu memberikan jawaban empiris intellectual secara rill. Pemuda harus mampu menjadi dinamiator di tengah masyarakat dan menjadi motivator bago orang-orang disekitarnya
Oleh : Sumardi, S.Pd
Ketua Bidang Dakwah dan Kaderisasi
DPD PKS Manggarai Barat
..... Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan kebumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali kelangit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis .....(anis matta)
Cari Blog Ini
Jumat, 11 Juni 2010
Kita Harus Ciptakan Sejarah Masa Depan Kita
Kalau sejarah di identikkan dengan masa lalu yang di kenang oleh orang-orang masa kini, maka saatnya sekarang kita harus mampu menciptakan sejarah masa depan kita, untuk kemudian dikenang oleh generasi mendatang atau generasi sesudah kita. Selama ini mungkin kita hanya menjadi pembaca sejarah yang amat cerdas, maka sudah saatnya kita harus menjadi actor sejarah, kita harus mampu mengerahkan segala potensi yang kita miliki untuk menjadi pelaku sejarah.
Mungkin kita bertanya, peristiwa apa yang hendak kita cipta sehingga memiliki nilai sejarah yang amat monumental di masa mendatang ?. Tentu peristiwa yang hendak kita cipta adalah peristiwa yang memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita , serta turut memberikan kontribusi bagi peradaban masa depan dengan rentetan peristiwa yang sengaja kita buat masa kini. Sehingga benarlah apa yang di sabdakan Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadistnya “khairunnas anfa’uhum linnas” sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi yang lainnya. Hanya mereka yang memiliki ide-ide besar dan gagasan-gagasan besar yang akan bertahan dalam pergulatan sejarah, bukan meraka yang mambawa gagasan-gagasan kerdil yang dapat lenyap dalam lintasan sejarah.
Setiap zaman ada pahlawannya, setiap masa ada pembuat-pembuat sejarah. Sayyid Quthb rela mati di tiang gantung hanya untuk mempertahankan kebenaran di depan penguasa tiran, sehingga kemudian ia di kenang sebagai ideolog dan peletak pertama gerakan pembaharuan Islam abad 20, pemikiran-pemikirannya masih relefan dan menjadi refrensi kaum intellectual masa kini. Bung Karno dalam berbagai pidatonya mampu memberikan spirit semangat yang menggelora kepada bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan yang merupakan hak asasi setiap anak bangsa, hingga akhirnya 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan diri sebagai bangsa yang berdaulat. Bung Karno adalah pahlawan pada masanya, sehingga ia di kenang dengan Bapak Proklamator. Tidak hanya Bapak Proklamator sejarah menyematnya, karena pemikiran-pemikirannya yang amat cerdas, cemeralang dan revolusioner, sehingga sejarah masa kini pun menyebutnya dengan Bapak Revolusi. Dan sejarah adalah rentetan peristiwa masa lalu yang di kenang oleh orang-orang masa kini.
Oleh : Sumardi, S.Pd
Ketua Bidang Dakwah dan Kaderisasi
DPD PKS Manggarai Barat
Mungkin kita bertanya, peristiwa apa yang hendak kita cipta sehingga memiliki nilai sejarah yang amat monumental di masa mendatang ?. Tentu peristiwa yang hendak kita cipta adalah peristiwa yang memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita , serta turut memberikan kontribusi bagi peradaban masa depan dengan rentetan peristiwa yang sengaja kita buat masa kini. Sehingga benarlah apa yang di sabdakan Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadistnya “khairunnas anfa’uhum linnas” sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi yang lainnya. Hanya mereka yang memiliki ide-ide besar dan gagasan-gagasan besar yang akan bertahan dalam pergulatan sejarah, bukan meraka yang mambawa gagasan-gagasan kerdil yang dapat lenyap dalam lintasan sejarah.
Setiap zaman ada pahlawannya, setiap masa ada pembuat-pembuat sejarah. Sayyid Quthb rela mati di tiang gantung hanya untuk mempertahankan kebenaran di depan penguasa tiran, sehingga kemudian ia di kenang sebagai ideolog dan peletak pertama gerakan pembaharuan Islam abad 20, pemikiran-pemikirannya masih relefan dan menjadi refrensi kaum intellectual masa kini. Bung Karno dalam berbagai pidatonya mampu memberikan spirit semangat yang menggelora kepada bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan yang merupakan hak asasi setiap anak bangsa, hingga akhirnya 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan diri sebagai bangsa yang berdaulat. Bung Karno adalah pahlawan pada masanya, sehingga ia di kenang dengan Bapak Proklamator. Tidak hanya Bapak Proklamator sejarah menyematnya, karena pemikiran-pemikirannya yang amat cerdas, cemeralang dan revolusioner, sehingga sejarah masa kini pun menyebutnya dengan Bapak Revolusi. Dan sejarah adalah rentetan peristiwa masa lalu yang di kenang oleh orang-orang masa kini.
Oleh : Sumardi, S.Pd
Ketua Bidang Dakwah dan Kaderisasi
DPD PKS Manggarai Barat
Rabu, 09 Juni 2010
Rekapitulasi Perhitungan Suara Pemilu Kada MABAR Menalan Korban
Pagi (9/6/2010) suasana kota Labuan Bajo nampak cerah, secarah harapan masyarakat bahwa pesta demokrasi yang baru di gelar (3/6/2010) dapat berlangsung aman, damai, jujur dan adil serta dapat memilih pemimpin yang memberikan Inspirasi keteladanan bagi yang di pimpinnya. Adalah pemandangan umum di pagi hari di Labuan Bajo. Lalu lalang anak sekolahan dan para pegawai kantor memadati jalan-jalan utama Kota Labuan Bajo. Sekitar pukul 09.00 WITA. Sejumlah massa yang menamakan diri gabungan dari tujuh paket peserta Pemilu Kada, mulai berdatangan dengan menggunakan kendaraan roda empat. Mereka merapat dan mendekati Aula Youth Center, tempat KPU Manggarai Barat melakukan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Kada. Sementara itu, sejak pagi sejumlah aparat kepolisian dan Brimob dengan senjata lengkap sudah berjaga-jaga di sekitar Aula Youth Center. Pantuan kami, puluhan intel yang berpakain premanpun berkeliaran memantau jalannya aksi. Pada saat yang sama pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang hendak masuk ke Aula Youth Center mulai di perketat di pintu gerbang. Hanya KPU, PPK, Wartwan dan saksi dari delapan paket yang diizinkan masuk untuk menyaksikan rekapitulasi penghitungan suara. Sekitar pukul 11.00 WITA, panas mentari pun mulai naik. Orasi-orasi para demonstran pun turut panas. Massa mendesak KPU Manggarai Barat agar proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Kada di tunda. Karena mereka menilai adanya indikasi kecurangan di sejumlah Desa Kecamatan Sanonggoang yang harus segera di selesaikan.
Sekitar pukul 11.30 WITA, massa aksi sudah tidak sabar lagi untuk merangsek masuk menemui KPU untuk membawa aspirasi mereka. Aksi saling dorong antara massa dengan aparat kepolisian tak terhindarkan. Lemparan batu dan kayu dari demonstran terbang bagai burung yang menyergap mangsanya. Merasa terkena lemparan batu, aparat kepolisian memberikan tembakan peringatan. Namun demikian tidak indahkan para demonstran, kondisi ini membuat polisi mengarahkan senjatanya kearah demonstran. Dan dalam hitungan detik Laus salah seorang demonstran tersungkur terkena peluru.
Laus, mungkin tidak pernah berpikir kalau dirinya tertembak diterjang peluru aparat kepolisian, saat dirinya dan teman-temannya melakukan aksi demonstrasi di depan Aula Youth Center Labuan Bajo . Nasib naas benar-benar datang menimpanya. Sebuah peluru keangkuhan kekuasaan aparat menerjang nyasar menyarang dibagian belakang pahanya. Darah begitu mengalir deras dari pahanya, semua orang saat itu terkesima dan terlarut kesedihan melihatnya. Dan anehnya, aparat kepolisian tidak menghantarnya ke Rumah Sakit terdekat. Seolah memberi kesan Rasain lho, terkena peluru gue. kemudian ia di gotong oleh teman-temannya ke rumah sakit Labuan Bajo untuk mengangkat peluru yang menyarang di pahanya. Hanya air mata yang mengalir membasahi pipi orang-orang disekitarnya. Aksi demonstrasi merupakan salah satu bentuk ekspresi mengemukakan pendapat yang di atur dalam ketatanegaraan Indonesia. Laus dan ratusan temannya datang menyampaikan pendapat dan hanya meminta KPU Manggarai Barat agar proses rekapitulasi penghitungan suaraf tunda, karena mereka menilai adanaya indikasi kecurangan yang mencedrai proses demokrasi di Manggarai Barat.
Semua kita barangkali berpikir, Laus adalah korban keganasan para elit politik yang memperebutkan tahta kekuasaan di Manggarai Barat. Laus hanya datang dari kampung nun jauh di sana, Pacar Kecamatan Macang Pacar ke Labuan Bajo yang tidak tau apa-apa. Mungkin ia di iming-imingi janji manis para politisi yang barangkali tidak mau mengakui kemenangan orang lain dan mencari-cari kesalahan rival politiknya. Sikap para politisi busuk seperti ini tentu belum matang dalam berpolitik.
Tidak hanya massa di luar Aula Youth Center yang panas. Beberapa saksi paket di dalam ruangan rapatpun rebut tak terkendalikan. Saksi meminta agar penghitungan suara pemilu kada di pending, karena adanya indikasi kecurangan. Adu jotos antara penyelenggara pemilu dengan saksi tak terelakkan. Karena kondisinya sudah kacau, pihak KPU menskorsing sidang hingga lima kali. Dan akhirnya sekitar pukul 15.00 WITA rekapitulasi penghitungan suara baru dimulai.
Siapapun yang terpilih dialah pemimpin kita, pemimpin yang dikehendaki rakyat melalui proses yang mungkin sedikit agak demokratis. Semua kita berharap bahwa pemimpin Manggarai Barat hendaknya menjadi Inspirator keteladanan bagi yang di pimpinnya bukan inspirator provokator.
Perolehan Suara Pemilu Kada Kabupaten Manggarai Barat
No PAKET PEROLEHAN SUARA PER KECAMATAN
1 PANJI 3.225
2 FIVA 29.401
3 MASHUR 12.968
4 YES 11.117
5 SAR 2.435
6 PALMA 3.243
7 DAMAI 14.863
8 GUSTI 34.972
SUARA SAH 112.284
Sumber : KPU Manggarai Barat
Oleh : Sumardi, S.Pd
Ketua Bidang Dakwah dan Kaderisasi
DPD PKS Manggarai Barat - NTT
Sekitar pukul 11.30 WITA, massa aksi sudah tidak sabar lagi untuk merangsek masuk menemui KPU untuk membawa aspirasi mereka. Aksi saling dorong antara massa dengan aparat kepolisian tak terhindarkan. Lemparan batu dan kayu dari demonstran terbang bagai burung yang menyergap mangsanya. Merasa terkena lemparan batu, aparat kepolisian memberikan tembakan peringatan. Namun demikian tidak indahkan para demonstran, kondisi ini membuat polisi mengarahkan senjatanya kearah demonstran. Dan dalam hitungan detik Laus salah seorang demonstran tersungkur terkena peluru.
Laus, mungkin tidak pernah berpikir kalau dirinya tertembak diterjang peluru aparat kepolisian, saat dirinya dan teman-temannya melakukan aksi demonstrasi di depan Aula Youth Center Labuan Bajo . Nasib naas benar-benar datang menimpanya. Sebuah peluru keangkuhan kekuasaan aparat menerjang nyasar menyarang dibagian belakang pahanya. Darah begitu mengalir deras dari pahanya, semua orang saat itu terkesima dan terlarut kesedihan melihatnya. Dan anehnya, aparat kepolisian tidak menghantarnya ke Rumah Sakit terdekat. Seolah memberi kesan Rasain lho, terkena peluru gue. kemudian ia di gotong oleh teman-temannya ke rumah sakit Labuan Bajo untuk mengangkat peluru yang menyarang di pahanya. Hanya air mata yang mengalir membasahi pipi orang-orang disekitarnya. Aksi demonstrasi merupakan salah satu bentuk ekspresi mengemukakan pendapat yang di atur dalam ketatanegaraan Indonesia. Laus dan ratusan temannya datang menyampaikan pendapat dan hanya meminta KPU Manggarai Barat agar proses rekapitulasi penghitungan suaraf tunda, karena mereka menilai adanaya indikasi kecurangan yang mencedrai proses demokrasi di Manggarai Barat.
Semua kita barangkali berpikir, Laus adalah korban keganasan para elit politik yang memperebutkan tahta kekuasaan di Manggarai Barat. Laus hanya datang dari kampung nun jauh di sana, Pacar Kecamatan Macang Pacar ke Labuan Bajo yang tidak tau apa-apa. Mungkin ia di iming-imingi janji manis para politisi yang barangkali tidak mau mengakui kemenangan orang lain dan mencari-cari kesalahan rival politiknya. Sikap para politisi busuk seperti ini tentu belum matang dalam berpolitik.
Tidak hanya massa di luar Aula Youth Center yang panas. Beberapa saksi paket di dalam ruangan rapatpun rebut tak terkendalikan. Saksi meminta agar penghitungan suara pemilu kada di pending, karena adanya indikasi kecurangan. Adu jotos antara penyelenggara pemilu dengan saksi tak terelakkan. Karena kondisinya sudah kacau, pihak KPU menskorsing sidang hingga lima kali. Dan akhirnya sekitar pukul 15.00 WITA rekapitulasi penghitungan suara baru dimulai.
Siapapun yang terpilih dialah pemimpin kita, pemimpin yang dikehendaki rakyat melalui proses yang mungkin sedikit agak demokratis. Semua kita berharap bahwa pemimpin Manggarai Barat hendaknya menjadi Inspirator keteladanan bagi yang di pimpinnya bukan inspirator provokator.
Perolehan Suara Pemilu Kada Kabupaten Manggarai Barat
No PAKET PEROLEHAN SUARA PER KECAMATAN
1 PANJI 3.225
2 FIVA 29.401
3 MASHUR 12.968
4 YES 11.117
5 SAR 2.435
6 PALMA 3.243
7 DAMAI 14.863
8 GUSTI 34.972
SUARA SAH 112.284
Sumber : KPU Manggarai Barat
Oleh : Sumardi, S.Pd
Ketua Bidang Dakwah dan Kaderisasi
DPD PKS Manggarai Barat - NTT
Minggu, 06 Juni 2010
Apakah SAYA Seorang Muslim ?
Saudaraku,
Pengakuan sebagai seorang Muslim bukanlah klaim terhadap identitas, bukan pula klaim terhadap pewarisan dan penampilan. Ia adalah komitmen untuk menjalankan seluruh nilai-nilai luhur ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan. Muslim yang diharpkan adalah mereka yang tidak hanya meyakini dengan hati akan kebenaran Islam, dan bukan juga yang pandai beretorika mengucapkan kebenaran Islam dengan lisan, akan tetapi Muslim sejati yang di inginkan Islam adalah mereka yang mampu mengaplikasikan ajaran Islam dalam setiap gerak dan detak nafas mereka. Lalu, Seperti apakah untuk menjadi Muslim yang Ideal ? Menurut Fathi Yakan dalam Bukunya Komitmen Muslim Sejati, Muslim yang ideal adalah mereka yang mempunyai Aqidah yang kokoh, Ibadah yang baik dan memiliki akhlak yang bagus. Ketiga unsur menjadikan Muslim Ideal menjadi Inspirator keteladanan bagi orang-orang disekitarnya.
Saudaraku,
Rasulullah Muhammad SAW pada fase awal dakwahnya di Mekkah. Beliau menekankan dakwahnya pada masalah Aqidah . Tauhid dalam konsep ajaran Islam merupakan fondasi dasar bangunan ke Islaman sesorang. Kita harus yakin dengan penuh kesadaran bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak untuk disembah, serta yakin pula bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah
Ibadah dalam pandangan Islam adalah puncak ketundukan dan kepatuhan kepada Allah. Ibadah yang benar yang dapat diterima Allah adalah ibadah dengan niat yang ikhlas serta ibadah yang di lakukan adalah sesuai dengan perintah Wahyu.
Salah satu operasionalisasi ajaran Islam adalah terbentuknya karakter yang dalam bahasa agamanya adalah akhlak. Mengislamkan akhlak substansinya adalah operasionalisasi dari aqidah dan ibadah yang kita lakukan. Akhlak yang baik tentu buah dari keimanan kita kepada Allah, sebagai hasil dari ikhtiar aqidah dan ibadah kita.
Saudaraku,
Masihkah kita mengaku diri sebagai seorang Muslim ?, Masihkan kita bangga dengan Identitas ke Islaman kita ?, Masihkan kita Percaya kepada Allah dan Rasul-Nya sementara gaya hidup kita masih jauh dari petunjuk Wahyu-Nya?
Ya Allah hanya kepada Mu kami bersimpuh, memohon dan berharap
Sekirannya Engkau mengampuni segala Dosa ,Kesalahan dan kekhilafan kami
Oleh : Sumardi
Ketua Bidang Dakwah dan Kaderisasi
DPD PKS Manggarai Barat
Pengakuan sebagai seorang Muslim bukanlah klaim terhadap identitas, bukan pula klaim terhadap pewarisan dan penampilan. Ia adalah komitmen untuk menjalankan seluruh nilai-nilai luhur ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan. Muslim yang diharpkan adalah mereka yang tidak hanya meyakini dengan hati akan kebenaran Islam, dan bukan juga yang pandai beretorika mengucapkan kebenaran Islam dengan lisan, akan tetapi Muslim sejati yang di inginkan Islam adalah mereka yang mampu mengaplikasikan ajaran Islam dalam setiap gerak dan detak nafas mereka. Lalu, Seperti apakah untuk menjadi Muslim yang Ideal ? Menurut Fathi Yakan dalam Bukunya Komitmen Muslim Sejati, Muslim yang ideal adalah mereka yang mempunyai Aqidah yang kokoh, Ibadah yang baik dan memiliki akhlak yang bagus. Ketiga unsur menjadikan Muslim Ideal menjadi Inspirator keteladanan bagi orang-orang disekitarnya.
Saudaraku,
Rasulullah Muhammad SAW pada fase awal dakwahnya di Mekkah. Beliau menekankan dakwahnya pada masalah Aqidah . Tauhid dalam konsep ajaran Islam merupakan fondasi dasar bangunan ke Islaman sesorang. Kita harus yakin dengan penuh kesadaran bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak untuk disembah, serta yakin pula bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah
Ibadah dalam pandangan Islam adalah puncak ketundukan dan kepatuhan kepada Allah. Ibadah yang benar yang dapat diterima Allah adalah ibadah dengan niat yang ikhlas serta ibadah yang di lakukan adalah sesuai dengan perintah Wahyu.
Salah satu operasionalisasi ajaran Islam adalah terbentuknya karakter yang dalam bahasa agamanya adalah akhlak. Mengislamkan akhlak substansinya adalah operasionalisasi dari aqidah dan ibadah yang kita lakukan. Akhlak yang baik tentu buah dari keimanan kita kepada Allah, sebagai hasil dari ikhtiar aqidah dan ibadah kita.
Saudaraku,
Masihkah kita mengaku diri sebagai seorang Muslim ?, Masihkan kita bangga dengan Identitas ke Islaman kita ?, Masihkan kita Percaya kepada Allah dan Rasul-Nya sementara gaya hidup kita masih jauh dari petunjuk Wahyu-Nya?
Ya Allah hanya kepada Mu kami bersimpuh, memohon dan berharap
Sekirannya Engkau mengampuni segala Dosa ,Kesalahan dan kekhilafan kami
Oleh : Sumardi
Ketua Bidang Dakwah dan Kaderisasi
DPD PKS Manggarai Barat
Yang diharapkan dari Pemimpin Terpilih MABAR
Proses pemilu Kada Manggarai Barat sudah usai, siapapun yang terpilih dialah pemimpin kita, pemimpin yang dikehendaki rakyat melalui proses yang cukup demokratis. Ditanganyalah tumpahan harapan rakyat, di pudaknyalah amanah rakyat di emban. Rakyat tentu tidak berharap banyak, rakyat tidak mempunyai cita-cita yang amat muluk, hanya satu kata yang terus menggema dalam lerung batin rakyat adanya perubahan dalam hidup mereka. Perubahan yang di harapkan adalah adanya perubahan kebijakan (pro rakyat) yang berpihak kepada kepentingan mereka, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus jauh lebih baik dari hari ini. Rakyat tentu berharap bahwa pemimpin yang terpilih hendaknya menjadi inspirator keteladanan bagi yang di pimpinnya. Keterpaduan antara nilai-nilai luhur keagamaan dan profesionalisme harus menjadi ruh kepemimipinnya. Dia harus mampu melawan nafsu keserakahan. Ada begitu banyak pemimpin yang kalah dan bahkan gagal dalam melawan nafsu keserakahannya, sehingga akibatnya mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu sesuai dengan kehendak nafsunya. Praktek KKN merupakan salah satu contoh nafsu keserakahan kekuasaan. Dia harus tahu dan sadar bahwa pemimpin adalah melayani bukan di layani. Mental pejabat yang selalu di layani harus segera berakhir, sudah saatnya pemimpin harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyatnya. Karena rakyatnyalah yang telah menghantarnya menjadi pemimpin.
Senin, 17 Mei 2010
Visi dan Misi Paket DAMAI (Drs. Antony Bagul Dagur, M.Si dan H. Abdul Asis, S.Sos) Calon Bupati dan Wakil Baupati Manggarai Barat Periode 2010 - 2015
PEMBAHASAN
I. KONDISI GLOBAL
A. Arus global 3 T ( Transportasi, Telekomunikasi, Tourism/ Turis manca negara ), yang berdampak mengubah pola konsumsi maupun produksi serta mempengaruhi arah dan prioritas pembangunan.
B. Arus nilai – nilai universal antara lain Good Governance (Partisipatif, Penegakan hukum, Keterbukaan, Responsif, Kesetaraan, Efisiensi dan Efektifitas, Akuntabilitas).
C. Profesionalisme :
1. Standar kompetensi ( berpengetahuan luas, dalam dan trampil ).
2. Memiliki standardisasi kualifikasi.
3. Memiliki kecakapan diagnostik yang tinggi dan kecakapan terapi yang teruji.
4. Memiliki kode etik.
5. Pengabdian yang tinggi
D. Tuntutan pasar global ( ada 4 ).
E. Tuntutan H.A.M dan Demokrasi
II. KEADAAN SEKARANG DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
A. Profil Pariwisata
1. Obyeknya :
a. Taman Nasional Komodo
b. Wisata Bahari
c. Wisata Alam – Daratan
1) Hutan dan Satwa alamnya di hutan mbeliling
2) Danau Sano Nggoang
d. Wisata Sungai, Air terjun ( Cunca Rami, Cunca Wulang ), Mberenang / Tanjung Repi,dll.
e. Istana ular di daerah Weto Kecamatan Welak.
f. Menyusuri gua – gua alam seperti Gua Batu Cermin, Liang Rodak,dll.
g. Wisata Budaya.
Semuanya belum difasilitasi dan ditangani secara profesional.
2. Kondisi lingkungan hidup
a. Lingkungan alam : masih terjadi
1) Penebangan liar
2) Penambangan liar
3) Pembakaran areal hutan dan padang
4) Perambahan hutan lindung, hutan bakau.
5) Pengrusakan ekosistem pesisir laut, perburuan liar dan pengrusakan aneka ragam hayati.
b. Lingkungan pemukiman
1) Pada ibu kota kabupaten ( Labuan Bajo ) dan pada ibu kota Kecamatan ( I.K.K ) masih terjadi :
a) Pembuangan sampah secara liar
b) Pembangunan drainase belum merata
c) Masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, ketertiban dan keindahan.
d) Belum optimalnya pelaksanaan pengaturan tata ruang.
2) Di desa :
a) Belum meratanya pelayanan air bersih.
b) Lingkungan pemukiman yangkurang layak.
B. Profil Prasarana
1. Transportasi :
a. Transportasi darat :
a) Isolasi belum semua dibuka
b) Peningkatan pembangunan jalan belum merata, baik jalan negara lintas utara, lintas selatan, maupun jalan propinsi, jalan kabupaten.
b. Transportasi laut
a) Belum difasilitasi secara optimal dan pelayanan belum merata terhadap dermaga yang ada.
b) Masih dibutuhkan dibangun dermaga lainnya.
c. Transportasi udara
a) Bandara komodo hanya bisa dilandasi pesawat jenis foker 25/50 dan ATR 24.
b) Ketersediaan fasilitas dan pelayanan masih sangat terbatas / kurang, sedangkan jumlah angkutan penumpang makin meningkat setiap tahun.
c) Masih dibutuhkan panambahan landasan pacu atau dicari alternatif lain demi perkembangan ke depan yang pasti makin meningkat ( misalnya pembangunan lapangan terbang internasional di Wol atau Golo Jong ).
2. Telekomunikasi
a. Pelayanan telepon kabel masih sangat minim, terutama di ibukota kabupaten dan ibukota kecamatan.
b. Fasilitas pemancar / penerima untuk telkomsel dll masih sangat terbatas.
3. Pelayanan listrik
a. Masih sangat terbatas untuk ibukota kabupaten dan kecamatan
b. Pelayanan listrik pedesaan sudah merupakan kebutuhan mutlak, tetapi nyatanya masih sangat terbatas.
4. Pelayanan Air Bersih
Belum merata untuk semua desa / kampung.
5. Irigasi dan Drainase
a. Kebutuhan irigasi areal persawahan masih sangat di butuhkan ( belum merata ).
b. Diperlukan rehab bendungan, saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier.
c. Pemanfaatan / manajemen penggunaan air irigasi masih harus dibina / dilatih, sehingga Perkumpulan Petani Pengelola Air ( P3 A ) dapat meningkatkan kinerja pelayanan dan terkoordinasi dengan bidang pengairan.
d. Drainase di Labuan Bajo belum tuntas dibangun dan belum merata ; demikianpun drainase disetiap kota kecamatan.
e. Belum ditata secara baik penanganan Wae Kemiri yang melintasi kota / pemukiman penduduk dan perkantoran, baik perkantoran pemerintah maupun swasta.
6. Air limbah dan sanitasi
a. Penyediaan sarana/ prasarana air limbah dan sanitasi belum tuntas dan seimbang untuk menunjang kebersihan, keindahan dan kesehatan di Labuab Bajo dan di setiap kota kecamatan.
b. Penyediaan sarana/ prasarana air limbah dan sanitasi di pedesaan belum diperhatikan secara serius untuk kesehatan pemukiman penduduk.
c. Belum meluas pelaksanaan program penyehatan lingkungan pemukiman.
d. Penangan air limbah setempat maupun pengelolahan air limbah terpusat belum optimal, terutama prioritas daerah – daerah pemukiman yang rawan air, epidemis penyakit, kawasan kumuh, daerah wisata; sedangkan kegiatan pengelolahan air limbah terpusat khusus untuk daerah pemukiman yang luas dan cepat berkembang.
C. Profil Sosial Budaya :
1. Pendidikan
a. Fasilitas masih sangat terbatas untuk setiap jenjang pendidikan formal.
b. Perhatian pada jalur pendidikan non formal dan jalur informal masih relatif rendah.
c. Kesadaran penduduk tentang betapa pentingnya pendidikan formal dan pendidikan non formal masih sangat rendah, terbukti masih rendahnya angka partisipasi dan angka transisi serta masih tingginya jumlah yang putus sekolah wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.
2. Kesehatan
a. Fasilitas kesehatan dan dokter serta tenaga medis masih sangat terbatas.
b. Kemiskinan juga dipicu oleh kesehatan yang rendah.
3. Budaya
a. Ada cukup banyak variabilitas krisis identitas budaya yang memproses kemiskinan ( ada kemiskinan yang timbul karena salah menerapkan tradisi ) a.l :
1) Kurang menghargai waktu ( disiplin diri relatif rendah ); banyak waktu terbuang karena proses adat yang berbelit – belit.
2) Beranak banyak tak ditunjang kemampuan ekonomi.
3) Budaya merokok, perjudian, minum miras.
4) Pesta biaya tinggi tak mengukur kemampuan.
5) Budaya kerja alamiah ( tidak ilmiah dengan menggunakan teknologi tepat guna )
b. Tekanan frustasi karena telah dan terus terjadi transformasi budaya ( ketakberdayaan manghadapi transformasi budaya ).
D. Profil Kamtibmas dan Keadilan
1. Masih relatif tingginya kerawanan sosial yang dipicu oleh mabuk – mabukan, pencurian, kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) kepadatan agraris, pengangguran dll.
2. Masih terjadi diskriminasi dalam pelayanan pembangunan.
3. Biaya perkara relatif tinggi sehingga mendatangkan kemiskinan.
III. PERMASALAHAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
A. Kearah mana 5 – 10 tahun mendatang? Visi.
Visi : Terwujudnya masyarakat Manggarai Barat yang sejahtera, berdaya saing, mandiri, berbudi luhur, demokratis dan berwawasan lingkungan.
B. Apa yang akan kita lakukan? Misi.
Misi : 1. Menerapkan sistem manajemen pemerintah daerah sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku yang didukung tipe kepemimpinan dialogis, partisipatif, dan transpormatif.
2. Meningkatkan sistem pelayanan dasar dalam indeks mutu hidup (pendidikan, kesehatan, ekonomi) yang ditunjang lingkungan hidup sebagai bentuk / wujud keberpihakan pada rakyat ( pro rakyat ).
3. Meningkatkan partisipasi rakyat pada ruang publik dalam rangka mewujudkan peningkatan indeks demokrasi.
4. Mengembangkan sumber daya lokal dan S.D.M untuk peningkatan ekonomi rakyat melalui penyediaan modal, sarana – prasarana yang memadai dan berdaya saing serta mandiri.
5. Menata dan mengoptimalkan pelestarian lingkungan hidup dengan melibatkan para pihak / rakyat.
6. Melestarikan dan mengembangkan budaya lokal sebagai aset ekonomi produktif untuk menunjang pariwisata, serta meningkatkan potensi nyata masyarakat yaitu kultur perekonomian yang berbasis pertanian ( agraris ) dan nelayan.
7. Mengarahkan pembangunan bidang pertanian melalui :
a. Peningkatan ketahanan pangan dan gizi.
b. Peningkatan daya saing melalui mutu proses dan mutu hasil.
c. Penanggulangan kemiskinan melalui penerapan teknologi.
d. Perluasan kesempatan kerja.
8. Mengembangkan pariwisata melalui pendayagunaan potensi wisata, baik yang lama maupun yang baru a.l penataan pulau Bajo sebagai tempat wisata yang modern dan profesional ; juga penataan kota Labuan Bajo dan pulau – pulau sekitar pulau Bajo sebagai aset wisata yang profesional.
9. Mengembangkan aneka industri, baik berskala kecil maupun menengah serta meningkatkan sektor perdagangan, koperasi dan sektor – sektor lainnya yang potensial.
10. Mengembangkan olah raga prestasi melalui penyediaan fasilitas olah raga yang memadai serta manajemen yang profesional.
C. Apakah Tujuannya?
1. Terciptanya profesionalisme aparatur pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang berkualitas melalui kepemimpinan yang dialogis, partisipatif dan transpormatif.
2. Meningkatnya kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan dasar dalam indeks mutu hidup (pendidikan, kesehatan, Ekonomi) yang pro rakyat dan ditunjang oleh perbaikan pelestarian lingkungan hidup.
3. Meningkatnya partisipasi rakyat pada ruang publik.
4. Berkembangnya sumber daya lokal dan S.D.M dalam bidang ekonomi dan sumber daya manusia melalui penyediaan modal, sarana – prasarana yang memadai sehingga memiliki daya saing dan mandiri.
5. Tertatanya pelestarian lingkungan hidup melalui partisipasi aktif masyarakat / para pihak.
6. Terlestarinya budaya lokal sebagai aset ekonomi produktif dalam menunjang pariwisata dan meningkatnya kualitas kultur perekonomian yang berbasis pertanian ( agraris ) dan nelayan.
7. Terarahnya pembangunan bidang pertanian melalui peningkataan ketahanan pangan dan gizi, peningkatan daya saing melalui mutu proses dan mutu hasil,
tertanggulanginya kemiskinan melalui penerapan teknologi dan meluasnya kesempatan kerja.
8. Berkembangnya pariwisata melalui pendayagunaan potensi wisata, baik yang lama maupun yang baru seperti penataan Pulau Bajo dan pulau sekitarnya sebagai satu kesatuan wisata dengan kota Labuan Bajo.
9. Berkembangnya aneka industri, perdagangan, koperasi dan sektor lainnya yang berdampak pada peningkatan pendapatan.
10. Berkembangnya olah raga prestasi melalui penyediaan fasilitas yang memadai dan pembinaan yang profesional dan berdampak munculnya olahragawan / olahragawati yang berprestasi lokal / regional / Nasional maupun Internasional.
5000 DPT Ganda di Manggarai Barat
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Sabtu (8/5) mulai menindaklanjuti temuan Panwaslu Mabar terkait pendobelan ribuan nama dalam daftar pemilih tetap (DPT). Daftar ribuan nama pemilih tersebut didistribusikan ke setiap TPS untuk di verifikasi ulang.
Ketua KPU Mabar, Thomas Dohu mengatakan pihaknya akan mengecek kembali pendobelan nama dalam DPT sebagaimana hasil temuan Panwaslu. "Daftar nama tersebut sudah dikirimkan ke masing-masing desa berdasarkan temuan Panwaslu. Pihak penyelenggara di desa akan melakukan pengecekan. Pada proses ini tidak ada tambahan pemilih atau pergantian. Kemungkinan yang terjadi hanya pengurangan karena terjadi pendobelan," jelasnya. Proses pengecekan ini berlangsung hingga 12 Mei mendatang. Pihak PPS akan menyerahkan kembali data tersebut kepada PPK yang disertai dengan berita acara.
Sementara itu, dari data yang diperoleh Timor dalam Kota Labuan Bajo hampir di semua desa/kelurahan terjadi pendobelan nama dalam DPT. Bahkan, ada yang dobel hingga tiga kali. Yang paling banyak terjadi adalah di Desa Gorontalo sebanyak 268 nama. Selanjutnya, di Kelurahan Labuan Bajo terdapat 197 nama pemilih.
Dohu menegaskan, pihaknya tetap meminta PPS untuk melakukan pengecekan nama-nama yang ditemukan Panwaslu tersebut. Sementara itu, Jumat (7/5), KPU Mabar mengelar rapat koordinasi untuk membahas tempat-tempat yang diperbolehkan untuk pemasangan alat peraga masing-masing pasangan calon dan partai pengusung. Hadir dalam rapat tersebut Kapolres Mabar AKBP Syamsuri, Ketua Panwaslu Mabar Robertus, pejabat Pemkab Mabar serta anggota KPU.
Rapat koordiansi yang dilangsungkan di Kantor KPU tersebut menghasilkan kesepakatan wilayah yang dilarang untuk dipajang alat peraga adalah jalur jalan protokol, tempat pendidikan, rumah ibadah dan pasar. Direncanakan, Selasa (18/5) mendatang akan dilakukan penertiban alat peraga pasangan calon di sejumlah ruas jalan protokol, diantaranya Jalan Yos Sudarso, Jalan Frans Lega dan ruas jalan depan Kantor Bupati Mabar.
"Alat peraga yang dipajang di areal perumahan penduduk tidak dilarang sepanjang pemilik lahan tidak keberatan, sekalipun berada di jalur protokol," ungkap juru bicara KPU Mabar, Benediktus Ranaleba.
Ketua KPU Mabar, Thomas Dohu mengatakan pihaknya akan mengecek kembali pendobelan nama dalam DPT sebagaimana hasil temuan Panwaslu. "Daftar nama tersebut sudah dikirimkan ke masing-masing desa berdasarkan temuan Panwaslu. Pihak penyelenggara di desa akan melakukan pengecekan. Pada proses ini tidak ada tambahan pemilih atau pergantian. Kemungkinan yang terjadi hanya pengurangan karena terjadi pendobelan," jelasnya. Proses pengecekan ini berlangsung hingga 12 Mei mendatang. Pihak PPS akan menyerahkan kembali data tersebut kepada PPK yang disertai dengan berita acara.
Sementara itu, dari data yang diperoleh Timor dalam Kota Labuan Bajo hampir di semua desa/kelurahan terjadi pendobelan nama dalam DPT. Bahkan, ada yang dobel hingga tiga kali. Yang paling banyak terjadi adalah di Desa Gorontalo sebanyak 268 nama. Selanjutnya, di Kelurahan Labuan Bajo terdapat 197 nama pemilih.
Dohu menegaskan, pihaknya tetap meminta PPS untuk melakukan pengecekan nama-nama yang ditemukan Panwaslu tersebut. Sementara itu, Jumat (7/5), KPU Mabar mengelar rapat koordinasi untuk membahas tempat-tempat yang diperbolehkan untuk pemasangan alat peraga masing-masing pasangan calon dan partai pengusung. Hadir dalam rapat tersebut Kapolres Mabar AKBP Syamsuri, Ketua Panwaslu Mabar Robertus, pejabat Pemkab Mabar serta anggota KPU.
Rapat koordiansi yang dilangsungkan di Kantor KPU tersebut menghasilkan kesepakatan wilayah yang dilarang untuk dipajang alat peraga adalah jalur jalan protokol, tempat pendidikan, rumah ibadah dan pasar. Direncanakan, Selasa (18/5) mendatang akan dilakukan penertiban alat peraga pasangan calon di sejumlah ruas jalan protokol, diantaranya Jalan Yos Sudarso, Jalan Frans Lega dan ruas jalan depan Kantor Bupati Mabar.
"Alat peraga yang dipajang di areal perumahan penduduk tidak dilarang sepanjang pemilik lahan tidak keberatan, sekalipun berada di jalur protokol," ungkap juru bicara KPU Mabar, Benediktus Ranaleba.
Rabu, 12 Mei 2010
4 Desa di Kecamatan Lembor Terancam Kelaparan
SUMARDI - RRI ENDE Sejumlah Desa di kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat terancam rawan pangan, hal di sebabkan menyusul empat Desa di Kecamtan Lembor gagal panen. Keempat desa yang di maksud adalah Desa Nanga Bere, Benteng Dewa, Siru dan Desa Wae Wako. Kondisi hujan yang tidak menentu merupakan penyebab tanaman padi petani ladang mati. Hal ini di kemukakan Syakar Abdul Jangku, M.Si, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, ketika melakukan Jaring Aspirasi -Reses, di sejumlah desa di Kecamatan Lembor. Syakar Abdul Jangku berharap agar Pemerintah Daerah, segera melakukan langkah positif guna menyelematkan masyarakat dari dari bencana ini. Lebih lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan, jika kindisi ini terus di biarkan, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan terancam kelaparan yang hebat. Harun , salah seorang warga Kolong Desa Siru, Kecamatan Lembor mengatakan, ada sekitar ratusan hektar ladang petani di deasnya gagal panen, lebih jauh harun mengatakan, pada saat padi tengah berbunga kondisi hujan sudah tidak ada lagi, padahal saat itu padi ladang sangat membutuhkan air. Pantuan RRI di Desa Siru, nampak padi para petani ladang sudah mulai mongering. Bahkan beberapa petani membiarkan ternak mereka untuk memakan padi yang sudah mulai tidak hijau lagi. Jika tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah daerah, untuk menanggulangi kondisi tersebut, maka tidak menutup kemungkinan dua tiga bulan kedepan, masyarakat akan makan raut atau ubi hutan sebagai alternatif, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Sabtu, 08 Mei 2010
Ayo, Vote Komodo sebagai salah Satu Tujuh Keajaiban Dunia
PROPINSI NTT sejak 2007 sudah dicanangkan sebagai daerah unggulan baru pariwisata di kawasan timur Indonesia. Pencanangan itu antara lain bertujuan menjadikan NTT sebagai gerbang Asia-Pasifik berbasis pariwisata, seni, dan budaya.
Salah satu icon pariwisata di NTT adalah komodo (varanus komodoensis), kadal raksasa yang terdapat di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Pemerintah sudah melindungi binatang purbakala itu dengan menetapkan kawasan seluas 173.300 hektar (ha) yang terdiri dari 40.728 ha daratan dan 132.572 ha laut, sebagai
Taman Nasional Komodo (TNK) pada 6 Maret 1980. Dalam kawasan ini ada tiga buah yakni Pulau Komodo (33.937 ha), Pulau Rinca (19.627 ha) dan Pulau Padar (2.017 ha).
Tahun 1986 kawasan ini ditetapkan sebagai Cagar Biosfer. Tahun 1991 UNESCO mengukuhkan binatang komodo sebagai warisan dunia di Indonesia. Tak bisa dipungkiri lagi daya tarik kadal raksasa ini bagi dunia pariwisata. Maka tak ada alasan bagi siapa pun untuk menyelamatkan binatang purbakala itu dari kepunahannya. Kelestariannya hanya bisa dijaga dengan menjamin agar alam lingkungannya tetap asli, tidak dirusak. Flora dan fauna yang berada dalam kawasan itu saling mendukung.
Populasi komodo pada tahun 2000 terdata 1.009 ekor di Pulau Komodo dan 1.001 ekor di Pulau Rinca. Data tahun sebelumnya di Pulau Komodo ada 1.062-1.772 ekor komodo sedangkan di Pulau Rinca berkisar 1.110- 1.344 ekor. Pendataan oleh BTNK tahun 2003, tercatat ada 2.616 ekor komodo yang hidup di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Jumlah ini turun drastis pada tahun 2005 yakni 2.535 ekor. Disebutkan bahwa komodo yang masih kecil banyak yang mati karena kesulitan mendapatkan makanan.
Penurunan ini akibat terganggunya ekosistem habitat komodo selain tekanan-tekanan alam pada habitatanya termasuk berkurangnya mangsa utama komodo. Sejumlah faktor yang mempengaruhi penurunan populasi komodo antara lain, kerusakan habitat asli akibat ulah manusia diantaranya pembakaran hutan dan areal lain dalam TNK, perburuan liar terhadap mangsa utama komodo yakni rusa, selain tekanan-tekanan alam dan manusia. “Jelas kita semau bisa lihat ada trend penurunan populasi komodo lima tahun terakhir akibat berbagai tekanan yang dialami binatang ini. Kalau kita semua tidak bersama menjaga kelestarian dari satwa langka ini maka diprediksi dalam rentang waktu dekat dan menengah sekitar 10-20 tahun mendatang binatang ini bisa punah,” kata Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Drs. Tamen Sitorus.
***
Sesuai hasil survai yang dilakukan berbagai elemen bidang pariwisata, komodo masih menjadi “magnet utama” bagi kunjungan wisatawan. Kebanyakan turis yang datang ke TNK, tujuan utamanya adalah ingin melihat komodo selain menikmati keindahan alamnya.
Sitorus mengakui wisatawan mancanegara yang berwisata ke Mabar tujuan utamanya adalah melihat binatang komodo.
“Turis yang datang pertama kali di daerah ini hanya punya satu tujuan utama yakni melihat komodo. Dan apabila turis yang sama itu datang lagi maka untuk lihat komodo bukan lagi tujuan utama tapi mereka itu datang hanya untuk menyelam serta menikmati panorama laut serta wisata alam lainnya,” kata Sitorus.
Kunjungan turis tahun ini sudah mencapai 7.347 orang. Tahun 2006 turis yang datang ke TNK mencapai 17.673 orang, 2007 meningkat menjadi 20.069 orang. Perkembangan yang menggembirakan dan menggairahkan.
Namun salah satu masalah yang dihadapi ialah sarana prasarana penunjang seperti hotel/penginapan, restoran, transportasi dan komunikasi. Di bidang komunikasi, internet dan jaringan telepon masih menjadi kendala. Sudah ada sebuah hotel berbintang namun masih dirasakan masih kurang. Karena itu pada tahun depan sudah ada pembangunan satu buah hotel berbintang lagi berstandar internasional.
Masalah lainnya, para wisatawan kebanyakan masuk dari NTB dan langsung ke Pulau Komodo maupun Pulau Rinca untuk melihat komodo. Ini tantangan bagi Pemkab Mabar untuk menjadikan Labuan Bajo memiliki daya tarik tersendiri agar para turis mau datang ke Labuan Bajo, entah sebelum atau sesudah ke Pulau Komodo.
***
Sesuai sejarah, binatang purbakala itu sudah menyatu dengan manusia di Pulau Komodo. Warga Kampung Komodo sampai sekarang menganggap komodo sebagai nenek moyang mereka yang harus dihormati.
Isaka Mansyur, warga Kampung Komodo, mengisahkan pada jaman dahulu hiduplan seorang putri di Pulau Komodo dan warga setempat menyapanya dengan Putri Naga. Sang putri kemudian menikah dengan seorang pemuda bernama Majo. Lahirlah anak kembar dari pasangan ini, seorang bayi lak-laki dan seekor naga.
Anak laki-laki diberi nama Gerong dan dibesarkan di dalam kampung, sedangkan naga tadi diberi nama Ora dan dibesarkan di hutan. Kakak beradik ini tidak saling mengenal. Beberapa tahun kemudian, Gerong berburu di hutan. Gerong hendak membunuh rusa, tapi mendadak hadir seekor kadal besar dari semak belukar dan berusaha menyelamatkan rusa itu. Gerong berusaha tetapi tidak mampu sebab kadal itu sudah menguasai rusa. Gerong marah dan mengangkat tombaknya hendak membunuh kadal raksasa itu. Saat itu tiba-tiba muncul pula seorang wanita cantik. Wanita itu mengatakan kepada Gerong bahwa kadal itu adalah saudaranya sendiri yang bernama Ora, jangan dibunuh. Sampai saat ini, warga Kampung Komodo masih menganggap komodo sebagai Ora, saudara mereka sehingga bisa hidup berdampingan satu sama lain.
Warga setempat sulit untuk dipisahakan dari komodo. Pernah, suatu ketika pemerintah berencana memindahkan penduduk Kampung Komodo ke tempat lain. Saat itu sebagian besar komodo menghilang dari pulau itu. Mereka baru muncul kembali setelah pemerintah membatalkan rencananya. *
Kamis, 06 Mei 2010
Gusti Dula di Hadang Pemabuk
Calon Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch. Dula (paket GustI) dihadang sejumlah pemuda di kampung Wela, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Sabtu (1/5) lalu.
Dula saat itu sedang melintas di daerah perbatasan Mabar dan Manggarai tiba-tiba dihadang puluhan pemuda yang sedang mabuk. Para pemuda berandal itu lalu melempari Dula dengan botol minuman keras (sopi-red). Kendaraannya pun ikut dilempar.
Peristiwa ini berawal ketika Dula melakukan serangkaian kegiatan tatap muka di sejumlah desa di Kecamatan Macang Pacar. Titik terakhir kunjungan tersebut adalah Kampung Londang, Desa Rego. Pukul 19.30 Wita Dula bersama Ketua Koalisi Pro Perubahan, dan ajudan Marianus menggunakan kendaraan hardtop merah dengan nomor polisi EB 7596 E, sementara Ketua DPC PPDI Mabar, Yohanes Bosko, Ketua DPC Partai Demokrat Mabar, Agutinus Durhan dan Ketua DPD PAN Mabar, Tan Hasiman menggunakan kendaraan Rockey hitam dengan nomor polisi EB 7077 ME, meluncur ke Labuan Bajo melintasi jalur Golowelu.
Sekira pukul 21.30 Wita, kendaraan Dula melintasi Kampung Wela. Saat itu ada sekelompok pemuda berkumpul di badan jalan. Sebagian tidak mengenakan baju. Para pemuda itu pun membakar ban bekas di tengah jalan sambil memegang botol minuman keras. Saat itu mobil milik Dula langsung ditahan. Dula pun dicaci maki. Tak sampai di situ, para pemuda yang sedang mabuk berat itu lalu menyiram Dula dengan minuman keras. Tak ayal, wajah dan pakaian Dula basah kuyup dengan minuman keras jenis sopi.
Tak terima dengan sikap pemuda berandal tersebut, ajudan Dula, Marianus, langsung mengeluarkan tembakan. Walau begitu, para pemuda itu tak menggubris, malah memukul dan menendang mobil hardtop yang ditumpangi Dula. Para pelaku malah berteriak "Ayo tembak, kalau kamu berani. Kami tidak takut. Hidup Fiva," teriak salah seorang pelaku.
Beberapa saat kemudian, iring-iringan kendaraan pun berhasil lolos. Sementara ajudan Dula langsung menelepon Kapolsek Kuwus dan meminta untuk mengamankan pemuda berandalan tersebut.
Dula kepada Timor Express mengatakan, peristiwa itu adalah bukti masih lemahnya pendidikan budi pekerti. Perilaku sejumlah pemuda tersebut, menurutnya, adalah masalah sosial yang perlu dicarikan penyelesaiannya. "Sekelompok pemuda tadi sedang bermasalah moralitasnya. Tidak usah ditanggapi.
Pemuda-pemuda ini kehilangan rasa rasionalitas. Moralitas dan rasionalitas hanya dapat dibentuk secara baik melalui pendidikan. Pemuda-pemuda ini harus diselamatkan, jika tidak, maka semakin banyak pemuda yang rendah moralitas dan rasionalitasnya," tegas Dula
Dula saat itu sedang melintas di daerah perbatasan Mabar dan Manggarai tiba-tiba dihadang puluhan pemuda yang sedang mabuk. Para pemuda berandal itu lalu melempari Dula dengan botol minuman keras (sopi-red). Kendaraannya pun ikut dilempar.
Peristiwa ini berawal ketika Dula melakukan serangkaian kegiatan tatap muka di sejumlah desa di Kecamatan Macang Pacar. Titik terakhir kunjungan tersebut adalah Kampung Londang, Desa Rego. Pukul 19.30 Wita Dula bersama Ketua Koalisi Pro Perubahan, dan ajudan Marianus menggunakan kendaraan hardtop merah dengan nomor polisi EB 7596 E, sementara Ketua DPC PPDI Mabar, Yohanes Bosko, Ketua DPC Partai Demokrat Mabar, Agutinus Durhan dan Ketua DPD PAN Mabar, Tan Hasiman menggunakan kendaraan Rockey hitam dengan nomor polisi EB 7077 ME, meluncur ke Labuan Bajo melintasi jalur Golowelu.
Sekira pukul 21.30 Wita, kendaraan Dula melintasi Kampung Wela. Saat itu ada sekelompok pemuda berkumpul di badan jalan. Sebagian tidak mengenakan baju. Para pemuda itu pun membakar ban bekas di tengah jalan sambil memegang botol minuman keras. Saat itu mobil milik Dula langsung ditahan. Dula pun dicaci maki. Tak sampai di situ, para pemuda yang sedang mabuk berat itu lalu menyiram Dula dengan minuman keras. Tak ayal, wajah dan pakaian Dula basah kuyup dengan minuman keras jenis sopi.
Tak terima dengan sikap pemuda berandal tersebut, ajudan Dula, Marianus, langsung mengeluarkan tembakan. Walau begitu, para pemuda itu tak menggubris, malah memukul dan menendang mobil hardtop yang ditumpangi Dula. Para pelaku malah berteriak "Ayo tembak, kalau kamu berani. Kami tidak takut. Hidup Fiva," teriak salah seorang pelaku.
Beberapa saat kemudian, iring-iringan kendaraan pun berhasil lolos. Sementara ajudan Dula langsung menelepon Kapolsek Kuwus dan meminta untuk mengamankan pemuda berandalan tersebut.
Dula kepada Timor Express mengatakan, peristiwa itu adalah bukti masih lemahnya pendidikan budi pekerti. Perilaku sejumlah pemuda tersebut, menurutnya, adalah masalah sosial yang perlu dicarikan penyelesaiannya. "Sekelompok pemuda tadi sedang bermasalah moralitasnya. Tidak usah ditanggapi.
Pemuda-pemuda ini kehilangan rasa rasionalitas. Moralitas dan rasionalitas hanya dapat dibentuk secara baik melalui pendidikan. Pemuda-pemuda ini harus diselamatkan, jika tidak, maka semakin banyak pemuda yang rendah moralitas dan rasionalitasnya," tegas Dula
Langganan:
Postingan (Atom)

